Followers


Keanehan di Indonesia

Posted by Hari Sobri on Tuesday, October 30, 2012









 Emang aneh di Indonesia
            Abis liat dua dunia di youtube, Jin Tidak Panas dibacakan Al-Quran” ceritanya kira-kira ketika mediator kerasukan Jin, kemudian dibacakan ayat alQuran ia tidak merasa kepanasan karena JIN nya ternyata Jin islam yang juga mengerti tentang Islam.  Sampai ketika itu jin berkata lewat mediator.
Baru bisa iqra pengen sakti
Baru bisa shalat sunnah pengen bisa terbang
Di ajarkan baca surat surat buat sesuatu hal yang gak bagus.
            Gue jadi inget
waktu pertama kali gue pulang dari pesantren ke rumah. Waktu itu gue pulang buat liburan lebaran. Rasanya ada kebanggan tersendiri ketika gue sampe ke rumah, karena semua temen-temen gue yang lain udah ngerasain pulang sebelum waktu nya liburan. Jadi, gue yang paling lama bertahan dari pertama masuk sampe waktu liburan tiba. Begitupun ketika bertemu teman-teman SD dan juga teman main yang merupakan tetangga gue.
            Banyak pertanyaan-pertanyaan mereka yang memang bisa gue jawab. Diantaranya menanyakan apa aja yang gue lakukan di pesantren, berapa jam waktu untuk tidur, bagaimana tentang makanan di pesantren, tentang sekolahnya, tentang kitab kuning dan juga kitab gundul.
“Apa yang dimaksud dengan kitab gundul?”. Setelah gue jelaskan muncul  pertanyaan lagi.
“Lalu bagaimana cara membacanya?”
“Apa lo bisa membacanya”
            Dan pertanyaan-pertanyaan lain tentang kitab-kitab apa aja yang gue pelajarin. Tapi ada juga pertanyaan yang gue sendiri bingung harus jawab apa.
“Apa sih yang harus dilakukan atau di baca buat dapetin cewek atau menaklukan hati nya?” Mungkin maksudnya pelet (buat naklukin cewek bukan buat makanan ikan).
 “Apa lo bisa ngeluarin jin dari orang yang kesurupan?” Karena ada salah satu tetangga gue yang sering kesurupan.
“Lo di ajarin ilmu kebal gak?” Buat berantem tentunya.
“Bisa bikin orang sakit ? Ngeluarin paku, silet, jarum, dll dari perut orang?”
“Karena kakak kelas gue pada sombong dan songong” tambahnya lagi.
Maksudnya teluh, santet atau apalah itu gue gak ngerti.
            Satu hal yang gak bisa gue mengerti adalah pertanyaan tentang bagaimana bisa menaklukan hati cewek (memelet cewek) ? Dari mana mereka mendapat pertanyaan itu.  Sedangkan saat itu masih terlalu muda bahkan terlalu kecil untuk mengetahui hal seperti itu. Dan dari mana meraka bisa dapat pernyataan bahwa hal tersebut diajarkan di pesantren sehingga bertanya seperti itu ke gue. Memang aneh di Indonesia.
            Pertanyaan-pertanyaan itulah yang asing menurut gue, sejauh ini di pesantren gak ada yang pernah kesurupan, diajarin tentang cara mengobati/mengeluarkan jin dari orang yang kesurupan, apalagi ilmu kebal, santet, teluh dan lain-lain itu. Walaupun setelah beberapa bulan tepatnya di tahun ke-dua, ada juga beberapa santri yang pernah mengalami kesurupan termasuk gue sendiri katanya (menurut pengakuan teman sesama santri).
            Sampai gue kembali bermukim gak pernah ada pelajaran atau kitab yang mempelajari hal itu. Mungkin kalau belajar khusus ada, karena ilmu yang mempelajari tentang hal atau makhluk ghaib memang ada sejak dulu. Tapi kalau untuk membuat orang sakit, perutnya keluar silet, paku, dll, jelas aja gak akan pernah di ajarkan di pesantren, kalau cara buat ngejauhin atau penangkalnya diajarkan.
            Memang aneh di Indonesia. Pertanyaan-pertanyaan itu lebih cocok ditanyakan kepada murid-muridnya tukang sihir, tukang pelet, tukang santet, tukang teluh atau semacamnya, bukan kepada orang yang sedang belajar ilmu agama.
            Intinya menurut gue, ajarkan dan berikan anak-anak lo ilmu yang sesuai pada usianya. Pergaulan anak harus menjadi perhatian orang tua untuk mencegah terjadinya segala kemungkinan yang tidak diinginkan akibat gaya pergaulan yang tidak sesuai dengan norma masyarakat maupun ajaran agama.
            Bahkan menurut dr. Caroline MSc SpKj
“Anak-anak, termasuk yang sudah memasuki usia remaja merupakan fase pertumbuhan yang cukup kompleks karena pada saat tersebut aspek biologis, psikologis maupun emosional mereka sedang berada dalam puncak perkembangan,”
Pada saat tersebut, anak dan remaja mudah sekali dipengaruhi lingkungan sekitar. Pengaruh itu bisa berasal dari anggota keluarga selain orang tua, teman-teman sekolah, teman bermain maupun masyarakat sekitar melalui berbagai media baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menurut ia, pengaruh tersebut dapat berupa hal yang positif maupun negatif. Oleh sebab itu, penting bagi para orang tua memperhatikan gaya pergaulan anak-anak dengan senantiasa membentengi mereka dengan kasih sayang serta pemahaman agama dan pendidikan moral secara optimal.
“Orang tua harus tahu dengan siapa saja anak-anak mereka bergaul, di mana tempat bermainnnya dan mengikuti dengan cermat perkembangan emosional mereka sembari memberi masukan dan nasihat agar tetap berada dalam jalur yang benar,” katanya.
Dia menyayangkan gaya pergaulan anak muda saat ini yang semakin jauh dari tuntunan agama, bahkan cenderung mengikuti gaya hidup bebas nilai yang bersifat hedonistik atau senang berhura-hura.
“Pada akhirnya, keluarga merupakan unit terkecil dan benteng terakhir bagi anak berlindung dari pengaruh buruk lingkungan sekitarnya dan orangtua adalah pihak yang paling bertanggung jawab terhadap kehidupan anak-anak mereka,”


Baca artikel lainnya :


Klik tombol like diatas... Jika anda menyukai artikel ini.
Terima Kasih telah mengunjungi Blog ini,
Jangan lupa untuk memberikan komentar, kritik maupun saran pada form dibawah post ini...

Share / Bagikan Artikel ini ke teman Anda :

{ 0 comments...Tambahkan Komentar Anda }

Post a Comment

Silahkan berikan, komentar, kritik ataupun saran yang membangun :)
Terima Kasih